Militansi Saefudin Dibentuk Setelah dari Yaman
JAKARTA - Terorisme membuat keluarga Anugrah, mantan anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari PKS, kelimpungan.
Tiga anggota keluarganya disebut-sebut terlibat jaringan terorisme. Dua masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi, yakni Saefudin Jaelani dan M Syahrir. Satu tewas terkena tembak Densus 88 di Temanggung yakni Ibrohim.
Anugrah mengatakan, militansi dua adiknya yaitu Saefudin Jaelani alias Syaifudin Zuhri dalam jaringan Noordin M Top terbentuk sembilan tahun lalu setelah pulang dari Yaman. Jika ada keluarga yang tidak setuju dengan pendiriannya, Saefudin langsung memboikot hubungan komunikasi.
“Dia pulang tahun 2000 dari Yaman. Sejak itu, dia menjauhkan diri dan seakan memusuhi saya,” ujar Anugrah, kakak Saefudin di kantor DPP PKS Jakarta, Senin (24/8). Saat bicara tentang adiknya, raut muka Anugrah tampak tertekan, kulit di bawah kelopak matanya agak menghitam tanda kurang tidur.
Anugrah adalah kader PKS sejak partai itu bernama Partai Keadilan (PK) pada 1998 silam. Pada pemilu 1999 dan 2004, Anugrah terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Tangerang. Namun, sejak 7 Agustus lalu, dia tak lagi menjadi wakil rakyat karena sudah habis masa jabatannya. Dia sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Banten tapi tidak terpilih. Anugrah tinggal di Jalan Cendana II Blok D7, Perum Sarana Indah Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan.
Anugrah adalah kakak kandung dari dua buron ledakan JW Marriott dan Ritz Carlton. Mereka sebenarnya delapan bersaudara. Anugrah anak kedua. Sementara, M Syahrir alias Aing anak ketiga, Sucihani (istri Ibrahim) anak kelima, dan Saefudin Zuhri anak keenam. Mereka awalnya tinggal di Depok.
Anugrah menuturkan, hubungan delapan bersaudara itu sejak kecil sebenarnya baik-baik saja. Bahkan, saat lelaki 43 tahun itu aktif di Partai Keadilan (sebelum berubah menjadi PKS) pada 1998, dia mengajak Syahrir untuk ikut membantu. Saat itu, Partai Keadilan memang sedang all out untuk menjadi kontestan pemilu. Mereka harus menyiapkan orang sebanyak-banyaknya untuk menghadapi verifikasi faktual agar bisa ikut pemilu.
“Syahrir aktif di DPC Teluk Naga, Tangerang,” kata Kabid Humas DPP PKS Ahmad Mabruri yang ikut mendampingi Anugrah.
Namun, hubungan persaudaraan itu merenggang ketika pada 2000 Saefudin pulang ke Indonesia dari Yaman. Anugrah tak tahu pasti apa yang dilakukan adiknya di Yaman. Namun, dia menduga adiknya bersentuhan dengan kelompok-kelompok tertentu di negeri yang beribukota di Sanaa itu.
Lelaki yang disebut polisi sebagai perekrut “pengantin” Danni Dwi Permana itu seakan hendak menjauhkan keluarganya dari saudara-saudaranya sendiri. Terutama dari Anugrah.
Apalagi, ketika Jaelani Irsyad (orangtua delapan bersaudara itu) memboyong keluarga pindah ke Cilimus, Kuningan, Jawa Barat. Belakangan, Sucihani pun mendirikan rumah tepat di samping rumah Jaelani.
Nah, sejak saat itu, tutur Anugrah, mereka tak lagi berkomunikasi intensif. Bahkan, mereka seperti putus kontak. Kabar mengenai kondisi keluarga tak pernah disampaikan. “Ketika istri Syaifuddin melahirkan di rumah sakit pun, dia tidak memberitahu saya. Saya justru mendengarnya dari orangtua. Bahkan di mana rumah mereka pun, mereka tidak pernah memberitahu keluarga,” tutur Anugrah.
Hal serupa terjadi pada Syahrir. Lelaki yang kini berusia 41 tahun itu pun ikut-ikutan menjauh. Pada 2000 juga, dia memutuskan untuk tidak lagi aktif lagi di PKS. Padahal, dia sebelumnya sangat aktif di partai berideologi Islam itu. ”Kami tidak pernah kontak lagi dan mereka seperti menganggap saya bukan kakak mereka lagi,” katanya dengan nada terbata-bata. Anugrah sempat menghela nafas sejenak usai bicara.
Sejak saat itu, menurut Anugrah, mereka tak pernah bertemu. Mereka baru bisa bertemu enam tahun kemudian yakni pada 2006. Saat itu, keluarga mengadakan halal bihalal pasca Lebaran.
Ketika itulah Anugrah berjumpa dengan Syahrir dan Saefudin. Tapi, pertemuan itu hanya sebentar. “Saya ada urusan karena itu tak bisa berbincang banyak dengan mereka,” tuturnya.
Setelah itu, praktis Anugrah tak pernah bertemu dengan mereka berdua. Anugrah sendiri juga tidak pernah mencurigai bahwa mereka masuk dalam jaringan buron terorisme kelas wahid Noordin M Top.
“Dugaan saya, Saefudin-lah yang mengajak Syahrir dan Ibrohim untuk ikut dalam jaringan teroris itu,” kata Anugrah. Apalagi, polisi juga menyebut bahwa Ibrohim masuk dalam jaringan Noordin pada 2000.
Anugrah meminta kedua adiknya itu segera menyerahkan diri kepada polisi. Kata dia, keterlibatan mereka dalam jaringan teroris itu membuat nama keluarga menjadi buruk. Bahkan, jenazah Ibrohim yang merupakan ipar Anugrah itu sampai ditolak warga saat hendak dikuburkan di sana (Kuningan).
radar banten
Tuesday, August 25, 2009
Dakwah Diawasi Gejala Kemunduran
SERANG - Rencana aparat kepolisian yang akan mengawasi aktivitas dakwah di bulan Ramadhan terus menuai kecaman.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten Prof KH Wahab Afif mengatakan, kebijakan yang diambil pihak kepolisian terhadap semua kegiatan dakwah di bulan Ramadhan merupakan bentuk kemunduran. “Ini adalah pola-pola Orde Baru,” kata Wahab Afif melalui telepon genggam, Senin (24/8).
Ia mengatakan, kegiatan dakwah tidak harus dipantau karena isinya mengimbau agar umat Islam menjauhi perbuatan nahi dan munkar. “Tidak mungkin teroris mengajak atau memengaruhi orang-orang dengan cara terang-terangan,” tegasnya.
Sekretaris MUI Provinsi Banten Syibli Sarjaya berpendapat serupa. Ia mengatakan, tidak seharusnya pengawasan terhadap isi dakwah dilakukan oleh aparat kepolisian. Sebab, hal tersebut dapat menimbulkan keresahan baru di kalangan masyarakat. “Seharusnya masyarakat yang harus dilibatkan dalam pengawasan ini,” katanya.
Begitu juga kata Ketua Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Provinsi Banten, Yusuf Rusdi. Dia menilai, pengawasan yang berlebihan oleh kepolisian terhadap aktivitas dakwah seperti membuka luka lama umat muslim. “Kalau benar ini dilakukan maka mengingatkan kita pada masa Orde Baru,” kata Yusuf.
Dikatakan Yusuf, kepolisian semestinya tidak perlu melakukan pengawasan yang berlebihan. Meksi dirinya merasa heran dengan program kepolisian tersebut, tapi Yusuf mengatakan, pengawasan dari polisi tidak akan menyurutkan kegiatan dakwah para da’i. “Biarkan saja, tugas kita untuk menyampaikan dakwah tetap kita lakukan,” katanya.
Dihubungi terpisah, akademisi IAIN SMH Banten yang juga penceramah Wawan Wahyudin mengatakan hal yang sama. Menurutnya, tidak tepat bila isi ceramah dipantau lantaran ketakutan isinya menghasut. “Dakwah yang selama ini kami lakukan adalah dakwah mengajak kebaikan. Tidak pernah kami menyerukan untuk melakukan aksi terorisme,” katanya. Dia menegaskan yang disampaikan adalah yang bersumber dari Alquran dan alhadits.
radar banten
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten Prof KH Wahab Afif mengatakan, kebijakan yang diambil pihak kepolisian terhadap semua kegiatan dakwah di bulan Ramadhan merupakan bentuk kemunduran. “Ini adalah pola-pola Orde Baru,” kata Wahab Afif melalui telepon genggam, Senin (24/8).
Ia mengatakan, kegiatan dakwah tidak harus dipantau karena isinya mengimbau agar umat Islam menjauhi perbuatan nahi dan munkar. “Tidak mungkin teroris mengajak atau memengaruhi orang-orang dengan cara terang-terangan,” tegasnya.
Sekretaris MUI Provinsi Banten Syibli Sarjaya berpendapat serupa. Ia mengatakan, tidak seharusnya pengawasan terhadap isi dakwah dilakukan oleh aparat kepolisian. Sebab, hal tersebut dapat menimbulkan keresahan baru di kalangan masyarakat. “Seharusnya masyarakat yang harus dilibatkan dalam pengawasan ini,” katanya.
Begitu juga kata Ketua Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Provinsi Banten, Yusuf Rusdi. Dia menilai, pengawasan yang berlebihan oleh kepolisian terhadap aktivitas dakwah seperti membuka luka lama umat muslim. “Kalau benar ini dilakukan maka mengingatkan kita pada masa Orde Baru,” kata Yusuf.
Dikatakan Yusuf, kepolisian semestinya tidak perlu melakukan pengawasan yang berlebihan. Meksi dirinya merasa heran dengan program kepolisian tersebut, tapi Yusuf mengatakan, pengawasan dari polisi tidak akan menyurutkan kegiatan dakwah para da’i. “Biarkan saja, tugas kita untuk menyampaikan dakwah tetap kita lakukan,” katanya.
Dihubungi terpisah, akademisi IAIN SMH Banten yang juga penceramah Wawan Wahyudin mengatakan hal yang sama. Menurutnya, tidak tepat bila isi ceramah dipantau lantaran ketakutan isinya menghasut. “Dakwah yang selama ini kami lakukan adalah dakwah mengajak kebaikan. Tidak pernah kami menyerukan untuk melakukan aksi terorisme,” katanya. Dia menegaskan yang disampaikan adalah yang bersumber dari Alquran dan alhadits.
radar banten
Pemerintah Dilematis
Pemerintah mengalami dilema terkait wacana perubahan aturan tentang pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub)
Jika pemilihan dilakukan oleh DPRD, maka hal itu akan mengingkari prinsip demokrasi secara langsung dan membuka peluang politik uang. Namun jika tetap dipilih secara langsung oleh rakyat, maka hal itu jelas butuh biaya dan pengerahan tenaga yang tidak sedikit.
Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto kepada wartawan di Depdagri, Senin (24/8). “Prinsip yang harus jadi pedoman pemilihan kepala daerah harus dilakukan secara demokratis. Setelah kita melewati dengan sistem perwakilan (dipilih DPRD), kemudian dengan pemilihan langung. Dua kegiatan ini ternyata ada plus minusnya yang beragam,” ujar Mardiyanto.
Menurutnya, untuk pemilihan gubernur secara langsung problemnya adalah pengerahan tenaga dan dana di satu provinsi. “Harapan saya memang pemilihan gubernur itu tidak mengeluarkan dana yang cukup besar. Itu yang menjadi perhatian utama, karena pelibatan satu provinsi, kalau provinsinya besar cukup rumit juga. Apalagi kalau sampai seperti Jawa Timur (kasus Pilkada Jatim). Soal ini memang banyak masukan tetapi kita akan mengakomodir dulu, cari sistem yang tepat,” ujarnya.
Namun untuk pemilihan gubernur oleh DPRD, Mardiyanto menilainya bukan hal yang demokratis. “Tetapi (pemilihan Gubernur oleh DPRD) dalam sistem perwakilan selain tidak mencerminkan demokrasi, juga bisa terjadi money politics. Bahkan (money politics) lebih mudah,” ulasnya
radar banten
Jika pemilihan dilakukan oleh DPRD, maka hal itu akan mengingkari prinsip demokrasi secara langsung dan membuka peluang politik uang. Namun jika tetap dipilih secara langsung oleh rakyat, maka hal itu jelas butuh biaya dan pengerahan tenaga yang tidak sedikit.
Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto kepada wartawan di Depdagri, Senin (24/8). “Prinsip yang harus jadi pedoman pemilihan kepala daerah harus dilakukan secara demokratis. Setelah kita melewati dengan sistem perwakilan (dipilih DPRD), kemudian dengan pemilihan langung. Dua kegiatan ini ternyata ada plus minusnya yang beragam,” ujar Mardiyanto.
Menurutnya, untuk pemilihan gubernur secara langsung problemnya adalah pengerahan tenaga dan dana di satu provinsi. “Harapan saya memang pemilihan gubernur itu tidak mengeluarkan dana yang cukup besar. Itu yang menjadi perhatian utama, karena pelibatan satu provinsi, kalau provinsinya besar cukup rumit juga. Apalagi kalau sampai seperti Jawa Timur (kasus Pilkada Jatim). Soal ini memang banyak masukan tetapi kita akan mengakomodir dulu, cari sistem yang tepat,” ujarnya.
Namun untuk pemilihan gubernur oleh DPRD, Mardiyanto menilainya bukan hal yang demokratis. “Tetapi (pemilihan Gubernur oleh DPRD) dalam sistem perwakilan selain tidak mencerminkan demokrasi, juga bisa terjadi money politics. Bahkan (money politics) lebih mudah,” ulasnya
radar banten
Monday, August 24, 2009
Polisi Awasi Dakwah Ditentang
JAKARTA - Rencana polisi mengawasi semua pendakwah di bulan Ramadan terus menuai kecaman. Wakil ketua FPPP DPR Lukman Hakiem menilai polisi akan mengulang cara Orde Baru dalam mengatasi masalah.
“Polri memainkan bola panas melawan Islam. Melalui Kadiv Humas, Polri resmi mengumumkan akan mengawasi kegiatan dakwah Islam selama Ramadhan. Ini 100 persen pengulangan cara Orde Baru,” kata Lukman, Minggu (23/8).
Menurut Lukman, polisi telah salah memaknai terorisme dan mencari solusi atas masalah itu. Karena, bukan kerjasama dari masyarakat yang akan diperoleh untuk memerangi terorisme jika polisi memusuhi Islam.
“Polisi jelas-jelas telah mendefinisikan dan menganggap Islam sebagai teroris yang harus diawasi. Ini definisi dan anggapan sangat keliru serta kebijakan sesat dan tidak beralasan. Karena itu harus ditolak,” paparnya.
Politisi PPP ini menegaskan teroris adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Sementara Islam adalah rahmat dan pelopor humanisme sejagad. “Kini dakwah Islam diawasi, tidak mustahil besok polisi akan mengawasi sektor kehidupan yang lain, termasuk kebebasan pers,” pungkas Lukman.
Anggota FPKS DPR Almuzammil Yusuf meminta Presiden SBY segera meluruskan statemen dari institusi Polri itu agar pemerintahannya tidak dinilai mengulang cara Orde Baru dalam mengatasi masalah. “Pak SBY saya kira harus berbicara meluruskan isu yang berkembang ini. Ini akan sangat merugikan citra pemerintahan SBY. Apalagi SBY dan Boediono sebagai capres-cawapres terpilih didukung partai-partai religius nasionalis seperti PKS, PAN, PKB, dan PPP,” pinta Almuzammil Yusuf, Minggu (23/8).
Menurut politisi PKS ini, mengatakan dakwah akan diawasi polisi karena ada segelintir kecil teroris dari aktivis dakwah, sama saja secara tersirat mengatakan dakwah dan masjid itu adalah tempat yang harus dijauhi karena berbahaya bagi keamanan bangsa. “Ini sangat tidak adil dan berlebihan, terlebih di bulan suci Ramadhan umat Islam sedang giat-giatnya ibadah ke masjid,” kata anggota FPKS ini.
Menurutnya, memang ada aktivis Islam yang terseret ke jalur teroris, hal itu sebagaimana juga aktivis agama lainnya yang ada di berbagai penjuru dunia. Namun aktivitas dakwah dan masjid yang terseret ke teroris lebih sedikit jika dibandingkan jumlah aktivis masjid yang baik. “Jelas jumlahnya tak laik dibandingkan. Karena produk utama dakwah dan masjid itu iman taqwa dan akhlak mulia,” paparnya.
Almuzammil mengaku khawatir terhadap dampak peringatan Polri dan komentar miring salah seorang Pangdam terhadap dakwah, jubah dan jenggot akan membuat umat muslim takut dengan dakwah dan masjid. “Jangan-jangan nanti pembinaan Polri dan TNI akan jauh dari masjid seperti masa Orba dulu. Yang dekat dengan dakwah dan masjid bisa kondite buruk, berarti karir mereka akan terancam,” paparnya.
Pengawasan dakwah oleh kepolisian demi mengantisipasi aksi terorisme adalah cara yang tidak tepat dan mubazir. Sebabnya, dakwah bukanlah cara yang bisa memengaruhi seseorang melakukan teror. “Teknik yang dipakai para teroris adalah brainwashing. Bukan dengan ceramah-ceramah umum. Karena itu, mengawasi dakwah adalah pilihan yang cenderung mubazir. Lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Minggu (23/8).
Daripada mengawasi dakwah, kata Anas, polisi seharusnya melengkapi kerjanya dengan pendekatan sosiokultural. Bekerja sama dengan ormas-ormas Islam, para ulama, dan para dai adalah pilihan yang bijak dan tepat. “Bahkan perlu pendekatan kepada tokoh dan komunitas yang cenderung dimanfaatkan para teroris sebagai semacam ‘habitat’,” ujar mantan Ketua HMI ini.
Dengan pendekatan sosiokultural tersebut, kata Anas, ruang gerak para teroris makin sempit. Sebab, orang-orang atau komunitas yang ‘membiarkan’ bergeser posisi pada barisan ‘antiterorisme’.
Anas juga menjelaskan, memerangi terorisme adalah agenda nasional, bahkan agenda global. “Tidak mungkin tuntas kalau hanya dibebankan kepada Polri. TNI dan masyarakat luas, termasuk ormas-ormas Islam perlu terlibat dengan porsinya masing-masing,” pungkasnya.
source: radar banten
“Polri memainkan bola panas melawan Islam. Melalui Kadiv Humas, Polri resmi mengumumkan akan mengawasi kegiatan dakwah Islam selama Ramadhan. Ini 100 persen pengulangan cara Orde Baru,” kata Lukman, Minggu (23/8).
Menurut Lukman, polisi telah salah memaknai terorisme dan mencari solusi atas masalah itu. Karena, bukan kerjasama dari masyarakat yang akan diperoleh untuk memerangi terorisme jika polisi memusuhi Islam.
“Polisi jelas-jelas telah mendefinisikan dan menganggap Islam sebagai teroris yang harus diawasi. Ini definisi dan anggapan sangat keliru serta kebijakan sesat dan tidak beralasan. Karena itu harus ditolak,” paparnya.
Politisi PPP ini menegaskan teroris adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Sementara Islam adalah rahmat dan pelopor humanisme sejagad. “Kini dakwah Islam diawasi, tidak mustahil besok polisi akan mengawasi sektor kehidupan yang lain, termasuk kebebasan pers,” pungkas Lukman.
Anggota FPKS DPR Almuzammil Yusuf meminta Presiden SBY segera meluruskan statemen dari institusi Polri itu agar pemerintahannya tidak dinilai mengulang cara Orde Baru dalam mengatasi masalah. “Pak SBY saya kira harus berbicara meluruskan isu yang berkembang ini. Ini akan sangat merugikan citra pemerintahan SBY. Apalagi SBY dan Boediono sebagai capres-cawapres terpilih didukung partai-partai religius nasionalis seperti PKS, PAN, PKB, dan PPP,” pinta Almuzammil Yusuf, Minggu (23/8).
Menurut politisi PKS ini, mengatakan dakwah akan diawasi polisi karena ada segelintir kecil teroris dari aktivis dakwah, sama saja secara tersirat mengatakan dakwah dan masjid itu adalah tempat yang harus dijauhi karena berbahaya bagi keamanan bangsa. “Ini sangat tidak adil dan berlebihan, terlebih di bulan suci Ramadhan umat Islam sedang giat-giatnya ibadah ke masjid,” kata anggota FPKS ini.
Menurutnya, memang ada aktivis Islam yang terseret ke jalur teroris, hal itu sebagaimana juga aktivis agama lainnya yang ada di berbagai penjuru dunia. Namun aktivitas dakwah dan masjid yang terseret ke teroris lebih sedikit jika dibandingkan jumlah aktivis masjid yang baik. “Jelas jumlahnya tak laik dibandingkan. Karena produk utama dakwah dan masjid itu iman taqwa dan akhlak mulia,” paparnya.
Almuzammil mengaku khawatir terhadap dampak peringatan Polri dan komentar miring salah seorang Pangdam terhadap dakwah, jubah dan jenggot akan membuat umat muslim takut dengan dakwah dan masjid. “Jangan-jangan nanti pembinaan Polri dan TNI akan jauh dari masjid seperti masa Orba dulu. Yang dekat dengan dakwah dan masjid bisa kondite buruk, berarti karir mereka akan terancam,” paparnya.
Pengawasan dakwah oleh kepolisian demi mengantisipasi aksi terorisme adalah cara yang tidak tepat dan mubazir. Sebabnya, dakwah bukanlah cara yang bisa memengaruhi seseorang melakukan teror. “Teknik yang dipakai para teroris adalah brainwashing. Bukan dengan ceramah-ceramah umum. Karena itu, mengawasi dakwah adalah pilihan yang cenderung mubazir. Lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Minggu (23/8).
Daripada mengawasi dakwah, kata Anas, polisi seharusnya melengkapi kerjanya dengan pendekatan sosiokultural. Bekerja sama dengan ormas-ormas Islam, para ulama, dan para dai adalah pilihan yang bijak dan tepat. “Bahkan perlu pendekatan kepada tokoh dan komunitas yang cenderung dimanfaatkan para teroris sebagai semacam ‘habitat’,” ujar mantan Ketua HMI ini.
Dengan pendekatan sosiokultural tersebut, kata Anas, ruang gerak para teroris makin sempit. Sebab, orang-orang atau komunitas yang ‘membiarkan’ bergeser posisi pada barisan ‘antiterorisme’.
Anas juga menjelaskan, memerangi terorisme adalah agenda nasional, bahkan agenda global. “Tidak mungkin tuntas kalau hanya dibebankan kepada Polri. TNI dan masyarakat luas, termasuk ormas-ormas Islam perlu terlibat dengan porsinya masing-masing,” pungkasnya.
source: radar banten
Tempatkan Informan Dakwah

PAKUHAJI-Memasuki bulan Ramadhan, polisi makin gencar mewaspadai masuknya jaringan teroris.
Tidak menutup kemungkinan, jaringan teroris berkeliaran merekrut anggota dengan berkedok dakwah di bulan Ramadhan
Atas dasar itu, sejumlah personel polisi di wilayah utara Kabupaten Tangerang disiagakan memantau kegiatan-kegiatan dakwah.
Wakil Kapolsek Pakuhaji Iptu Wiyadi mengatakan, pihaknya turut melaksanakan pemantauan setiap kegiatan dakwah di bulan Ramadhan dengan menyebar informan. Pemantauan juga dilakukan dengan cara menempatkan anggotanya di setiap masjid dan tempat-tempat kegiatan agama. “Tindakan ini dilakukan bukan untuk membatasi kegiatan dakwah, melainkan mencegah dakwah disusupi para teroris,” kata Wiyadi, akhir pekan kemarin.
Menurut Wiyadi, langkah pemantauan ini sesuai dengan yang disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Jakarta beberapa hari lalu. Upaya antisipasi ini menyusul masih adanya sejumlah anggota teroris yang memiliki kemampuan merekrut anggota. Apalagi gembong teroris Noordin M Top masih belum tertangkap.
Wiyadi juga mengimbau agar para ormas Islam tidak main hakim sendiri. Jika menemukan orang atau pihak yang dianggap mengganggu atau dicurigai masuk jaringan teroris, agar segera lapor ke petugas.
Upaya pemantauan kegiatan di bulan Ramadhan ini juga dilakukan Polsek Teluknaga, Polsek Sepatan, dan Polsek Mauk. Mereka juga menempatkan anggotanya di setiap kegiatan dakwah Ramadhan.
Untuk diketahui, wilayah Kabupaten Tangerang belakangan diketahui pernah menjadi tempat menetap salah satu buronan polisi terkait kasus bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu. Ia adalah Mohammad Syahrir, kakak kandung Saefudin Jaelani yang disebut-sebut sebagai perekrut pelaku bom bunuh diri di hotel berbintang lima tersebut.
Informasi yang dihimpun, Syahrir tercatat pernah tinggal di Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga. Dia menetap di rumah kontrakan di perumahan Mutiara Garuda Blok C1 No 6 bersama keluarganya sejak tahun 1996. Namun, mantan pegawai GMF Garuda Indonesia ini sudah tidak lagi menghuni rumah tersebut sejak tahun 2005.
Belakangan kabar beredar, Syahrir dan Saefudin Jaelani disebut-sebut masih sedarah dengan mantan anggota DPRD Kabupaten Tangerang Anugerah. Kedua buronan polisi ini adalah adik kandung Anugerah, anggota dewan dari PKS.
source: radar banten
Masjid dengan 4 Perkara, Dibangun untuk Islamkan Banten
Masjid Kasunyatan, Masjid Tertua di Banten
Masjid Kasunyatan, yang berada di Kampung Kasunyatan RT 009/03, Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang ini konon merupakan masjid pertama yang didirikan di Banten, yakni pada tahun 1533. Masjid yang berdiri di atas lahan sekitar 1 hektar itu dulunya dikenal sebagai tempat yang angker.
Rostina – Serang
Tak seperti masjid-masjid terkenal lainnya yang mempunyai plang nama di jalan masuk utama masjid, Masjid Kasunyatan, yang tersohor ini justru “menyempil”. Tidak ada plang nama di depan gang kecil menuju masjid itu. Jalan menuju masjid pun kondisinya rusak dan sempit. Lebarnya kira-kira hanya dapat dilewati satu mobil kecil.
Masjid yang didirikan Raja Pertama Banten Sultan Maulana Hasanuddin ini dari luar terlihat biasa. Hanya saja, tak seperti mayoritas masjid lainnya, Masjid Kasunyatan terbagi dalam 3 bangunan, yakni dua pendopo dan satu bangunan utama, yang berada di tengah-tengah pendopo.
Menakjubkan, itulah kesan pertama Radar Banten saat memasuki masjid sederhana itu. Bagaimana tidak, dalam ruangan masjid utama yang tak terlalu besar itu, masih berdiri dengan kokoh “singgasana” raja milik Sultan Maulana Yusuf. Tak hanya “singgasana” yang terbuat dari kayu jati yang dilapisi cat berwarna putih dan emas, di atas “singgasana” itu juga masih bertengger Pedang Cis, pedang milik Sultan Maulana Yusuf yang berbelah dua pada bagian bawahnya. Kini, tempat tersebut dijadikan tempat khutbah ketika salat Jumat digelar, dan pedang itu dijadikan pegangan khotib.
Ditemani pemuda yang biasa menjaga Masjid Kasunyatan, Rosadi, Radar Banten menemui tokoh masyarakat setempat yang juga bendahara Masjid Kasunyatan Tb Ardabili di kediamannya yang berada tak jauh dari masjid. Saat ditanya mengenai sejarah Masjid Kasunyatan, Ardabili langsung menceritakan apa yang ia ketahui. “Masjid ini didirikan Sultan Maulana Hasanuddin pada tahun 1533 masehi,” ujar Ardabili.
Ia mengatakan, sultan mendirikan masjid tersebut setelah tiba dari Cirebon, Jawa Barat untuk mengislamkan orang Banten kala itu.
Ardabili mengatakan, masjid tersebut juga dikenal sebagai Masjid Al-Fatihah. Selain berarti masjid pembukaan, masjid ini mempunyai luas 144 meter, sesuai dengan jumlah huruf yang ada dalam surat tersebut. “Masjid ini mempunyai 4 perkara, semuanya serba 4,” terangnya.
Ia menguraikan, masjid tersebut mempunyai 4 pintu gerbang, 4 pintu masjid, 4 tiang besar, menara yang berbentuk persegi 4, kolam yang berbentuk bintang 4, serta kubah yang berbentuk 4 burung.
Menurut riwayat, ulas Ardabili, saat mendirikan Masjid Kasunyatan, Sultan Maulana Hasanuddin mempunyai 4 perkara juga yang harus disebarkan, yakni keislaman, keimanan, keikhsanan, serta keikhlasan. Kasunyatan sendiri, kata dia, mempunyai 4 makna, yaitu kesucian, kenyataan, kesunyian serta kesepian.
Di sekitar masjid, ada juga makam yang terbagi dalam dua bagian, bagian utara dan selatan. Di bagian utara, terdapat makam Syekh Abdul Syukur Sepuh, Syekh Ahmad Almadani, Tb Urip, Syekh Habul, Pangeran Arya Kasunyatan, Tb Sulaiman, Syekh Hasan Khan, Buyut Cempa, Patih Jaya Kusuma, dan Tb Zulkarnain. Sementara di bagian selatan terdapat makam Nyi Ratu Asiyah, Nyi Karimah, Nyi Ratu Ayu Sari Banon, Tb Muhidin, Ki Rajil, Ki Ijel, dan Ki Bujel. Keseluruhan makam dinamakan Komplek Penembangan Sulaiman.
Ardabili mengatakan, dahulu, Masjid Kasunyatan dikenal sebagai tempat yang angker. Bagaimana tidak, kalau orang tidur di masjid pada malam hari, dapat berpindah menjadi ke tengah hutan saat pagi harinya. “Dulu ada beberapa yang mengalami seperti itu. Tidur di masjid, bangun-bangun sudah di makam, atau di hutan,” ceritanya. Selain itu, dulu, kata dia, masjid ini dikenal angker, lantaran banyak burung hantu dan pohon-pohon besar di sekitar masjid, sehingga jarang ada masyarakat yang berani mendekati masjid. Namun, kini keadaan masjid tak seperti dulu lagi.
Selain makam, di sekitar masjid juga terdapat kolam pemandian yang mempunyai kedalaman sekitar 4 meter. Konon, kolam tersebut digunakan sebagai pemandian bagi para mualaf. Kini, menurut Ardabili, kolam pemandian itu kerap dijadikan tempat ritual setiap Kamis malam. Biasanya, orang yang datang untuk mandi menyiapkan bunga-bunga. “Biasanya tempat pemandian ini ramai pada malam Jumat, di atas jam 12 malam. “Sehabis itu, biasanya mereka berziarah,” tambah Rosadi. Di masjid ini juga terdapat tempat untuk menyepi di menara masjid.
Air kolam itu, menurut Rosadi, tak seasin air tanah yang ada di sekitar masjid. Kemarin sore, Radar Banten berwudhu dengan air ledeng, dan seperti pernyataan Rosadi, air tanahnya berasa asin. Kata dia, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah pernah memberikan bantuan untuk membuatkan pompa air, namun air yang dihasilkan ternyata sama saja, berasa asin.
Tak banyak peninggalan yang masih tersimpan di Masjid Kasunyatan, menurut Ardabili, yang tersisa hanya Pedang Cis milik Sultan Maulana Yusuf, gentong Aceh, dan rongsokan ranjang milik Nyi Ratu Asiyah. “Dulu ada bedug, tapi bedugnya ditukar dengan bedug milik Masjid Agung Banten. Jadi bedug yang ada di sana itu sebenarnya milik masjid ini,” tuturnya.
Masjid ini juga mengalami sejumlah renovasi, mulai dari lantainya hingga dinding yang ditinggikan pada kedua pendopo. Radar Banten melihat ada prasasti yang ditandatangani Bupati Serang RTA Soeria Nata Atmadja, pada Desember 1932 yang terletak pada pendopo bagian kanan masjid.
Di bulan Ramadhan ini, Ardabili mengatakan, selain menggelar salat tarawih bersama, tradisi yang masih dilestarikan yakni taqobalan, yakni puji-pujian kepada Allah SWT.
source: radar banten
Masjid Kasunyatan, yang berada di Kampung Kasunyatan RT 009/03, Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang ini konon merupakan masjid pertama yang didirikan di Banten, yakni pada tahun 1533. Masjid yang berdiri di atas lahan sekitar 1 hektar itu dulunya dikenal sebagai tempat yang angker.
Rostina – Serang
Tak seperti masjid-masjid terkenal lainnya yang mempunyai plang nama di jalan masuk utama masjid, Masjid Kasunyatan, yang tersohor ini justru “menyempil”. Tidak ada plang nama di depan gang kecil menuju masjid itu. Jalan menuju masjid pun kondisinya rusak dan sempit. Lebarnya kira-kira hanya dapat dilewati satu mobil kecil.
Masjid yang didirikan Raja Pertama Banten Sultan Maulana Hasanuddin ini dari luar terlihat biasa. Hanya saja, tak seperti mayoritas masjid lainnya, Masjid Kasunyatan terbagi dalam 3 bangunan, yakni dua pendopo dan satu bangunan utama, yang berada di tengah-tengah pendopo.
Menakjubkan, itulah kesan pertama Radar Banten saat memasuki masjid sederhana itu. Bagaimana tidak, dalam ruangan masjid utama yang tak terlalu besar itu, masih berdiri dengan kokoh “singgasana” raja milik Sultan Maulana Yusuf. Tak hanya “singgasana” yang terbuat dari kayu jati yang dilapisi cat berwarna putih dan emas, di atas “singgasana” itu juga masih bertengger Pedang Cis, pedang milik Sultan Maulana Yusuf yang berbelah dua pada bagian bawahnya. Kini, tempat tersebut dijadikan tempat khutbah ketika salat Jumat digelar, dan pedang itu dijadikan pegangan khotib.
Ditemani pemuda yang biasa menjaga Masjid Kasunyatan, Rosadi, Radar Banten menemui tokoh masyarakat setempat yang juga bendahara Masjid Kasunyatan Tb Ardabili di kediamannya yang berada tak jauh dari masjid. Saat ditanya mengenai sejarah Masjid Kasunyatan, Ardabili langsung menceritakan apa yang ia ketahui. “Masjid ini didirikan Sultan Maulana Hasanuddin pada tahun 1533 masehi,” ujar Ardabili.
Ia mengatakan, sultan mendirikan masjid tersebut setelah tiba dari Cirebon, Jawa Barat untuk mengislamkan orang Banten kala itu.
Ardabili mengatakan, masjid tersebut juga dikenal sebagai Masjid Al-Fatihah. Selain berarti masjid pembukaan, masjid ini mempunyai luas 144 meter, sesuai dengan jumlah huruf yang ada dalam surat tersebut. “Masjid ini mempunyai 4 perkara, semuanya serba 4,” terangnya.
Ia menguraikan, masjid tersebut mempunyai 4 pintu gerbang, 4 pintu masjid, 4 tiang besar, menara yang berbentuk persegi 4, kolam yang berbentuk bintang 4, serta kubah yang berbentuk 4 burung.
Menurut riwayat, ulas Ardabili, saat mendirikan Masjid Kasunyatan, Sultan Maulana Hasanuddin mempunyai 4 perkara juga yang harus disebarkan, yakni keislaman, keimanan, keikhsanan, serta keikhlasan. Kasunyatan sendiri, kata dia, mempunyai 4 makna, yaitu kesucian, kenyataan, kesunyian serta kesepian.
Di sekitar masjid, ada juga makam yang terbagi dalam dua bagian, bagian utara dan selatan. Di bagian utara, terdapat makam Syekh Abdul Syukur Sepuh, Syekh Ahmad Almadani, Tb Urip, Syekh Habul, Pangeran Arya Kasunyatan, Tb Sulaiman, Syekh Hasan Khan, Buyut Cempa, Patih Jaya Kusuma, dan Tb Zulkarnain. Sementara di bagian selatan terdapat makam Nyi Ratu Asiyah, Nyi Karimah, Nyi Ratu Ayu Sari Banon, Tb Muhidin, Ki Rajil, Ki Ijel, dan Ki Bujel. Keseluruhan makam dinamakan Komplek Penembangan Sulaiman.
Ardabili mengatakan, dahulu, Masjid Kasunyatan dikenal sebagai tempat yang angker. Bagaimana tidak, kalau orang tidur di masjid pada malam hari, dapat berpindah menjadi ke tengah hutan saat pagi harinya. “Dulu ada beberapa yang mengalami seperti itu. Tidur di masjid, bangun-bangun sudah di makam, atau di hutan,” ceritanya. Selain itu, dulu, kata dia, masjid ini dikenal angker, lantaran banyak burung hantu dan pohon-pohon besar di sekitar masjid, sehingga jarang ada masyarakat yang berani mendekati masjid. Namun, kini keadaan masjid tak seperti dulu lagi.
Selain makam, di sekitar masjid juga terdapat kolam pemandian yang mempunyai kedalaman sekitar 4 meter. Konon, kolam tersebut digunakan sebagai pemandian bagi para mualaf. Kini, menurut Ardabili, kolam pemandian itu kerap dijadikan tempat ritual setiap Kamis malam. Biasanya, orang yang datang untuk mandi menyiapkan bunga-bunga. “Biasanya tempat pemandian ini ramai pada malam Jumat, di atas jam 12 malam. “Sehabis itu, biasanya mereka berziarah,” tambah Rosadi. Di masjid ini juga terdapat tempat untuk menyepi di menara masjid.
Air kolam itu, menurut Rosadi, tak seasin air tanah yang ada di sekitar masjid. Kemarin sore, Radar Banten berwudhu dengan air ledeng, dan seperti pernyataan Rosadi, air tanahnya berasa asin. Kata dia, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah pernah memberikan bantuan untuk membuatkan pompa air, namun air yang dihasilkan ternyata sama saja, berasa asin.
Tak banyak peninggalan yang masih tersimpan di Masjid Kasunyatan, menurut Ardabili, yang tersisa hanya Pedang Cis milik Sultan Maulana Yusuf, gentong Aceh, dan rongsokan ranjang milik Nyi Ratu Asiyah. “Dulu ada bedug, tapi bedugnya ditukar dengan bedug milik Masjid Agung Banten. Jadi bedug yang ada di sana itu sebenarnya milik masjid ini,” tuturnya.
Masjid ini juga mengalami sejumlah renovasi, mulai dari lantainya hingga dinding yang ditinggikan pada kedua pendopo. Radar Banten melihat ada prasasti yang ditandatangani Bupati Serang RTA Soeria Nata Atmadja, pada Desember 1932 yang terletak pada pendopo bagian kanan masjid.
Di bulan Ramadhan ini, Ardabili mengatakan, selain menggelar salat tarawih bersama, tradisi yang masih dilestarikan yakni taqobalan, yakni puji-pujian kepada Allah SWT.
source: radar banten
KPK Deadline Sebulan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk tim menelusuri gratifikasi sebesar Rp100 juta yang diterima oleh anggota DPR-RI dari Fraksi PKB. Uang itu sudah diserahkan kepada tim penyidik KPK.
“Kami memberi apresiasi kepada anggota DPR yang sudah mengembalikan uang gratifikasi tersebut. Sekarang KPK sudah membentuk tim menelusuri asal-muasal uang itu,” kata Wakil Ketua KPK bidang Pencegahan, Haryono Umar kepada koran ini di Jakarta, kemarin (23/8).
Namun KPK belum bisa memberi penjelasan lebih detil siapa yang memberikan uang ratusan juta, yang disinyalir masih ada anggota DPR lainnya yang ikut kecipratan. “Tim lagi kumpulkan keterangan. Kami belum tahu uang seperti itu diterima siapa saja, tapi kami imbau jika masih ada anggota DPR yang menerima, sebaiknya diserahkan segera kepada KPK, sebelum 30 hari kerja,” kata dia.
Bila lewat 30 hari kerja, katanya, berarti uang yang diterima tersebut terkategori korupsi, jenisnya menerima gratifikasi. “Anggota DPR itu janji datang lagi ke KPK hari Senin besok (hari ini, red). Dia akan ambil SK tentang pengembalian uang Rp100 juta terkait gratifikasi itu. Nanti kalau informasinya sudah terang, silakan wartawan nanti tanya yang bersangkutan, selain KPK juga akan beri keterangan.”
Haryono tidak hanya memberi imbauan soal gratifikasi, pria asal Prabumulih itu juga mengingatkan agar para pejabat yang akan berakhir masa tugasnya tidak lalai melaporkan harta kekayaan kepada Direktorat LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). “Paling lama tiga bulan setelah menjabat, pejabat harus sudah laporkan LHKPN,” ujarnya.
source: radar banten
Saturday, August 22, 2009
Marhaban Ya Ramadhan
Selamat datang wahai bulan Ramadhan, bulan yang kami rindukan dengan penuh ketulusan, karena engkau telah datang kembali tanpa kami maki.
Oleh Prof Dr H Fauzul Iman, MA
Tetapi sesediakala kami sambut dengan sejumlah amaliah sejati, amal yang sudi memecah sikap tak peduli, menata hidup penuh makna tanpa merana dan merugi.
Penyikapan terhadap kehadiran ramadhan adalah semata memenuhi kehendak Allah yang Maha Pemurah dan Ramah. Ramadhan didatangkan oleh Allah setiap tahun (sekali dalam satu bulan) mengandung kehendak kewajiban dan kearifan-Nya untuk dilaksanakan oleh setiap makhluk manusia dengan penuh kehidmatan dan keoptimisan.
Sikap ini, tidak lain merupakan refleksi hati nurani mendalam untuk memahami dan mengamalkan kehendak Tuhan, yang bermaksud positif merapikan kehidupan umat manusia yang selalu terjebak pada rutinitas hidup yang pongah dan pengap.
Manusia terkadang seenaknya dengan sejagat nafsu menumpahkan keinginan totalnya guna memenuhi kebutuhan hidup tanpa menyadari adanya kehendak Tuhan yang Maha Mutlak dan Nisbi. Akibatnya di luar dugaan manusia telah mengalami kerugian yang amat fatal karena harus merenggut malapetaka yang amat mencekam kehidupannya. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah; “Telah terjadi kerusakan di darat dan di laut akibat ulah perbuatan manusia”( QS: Arrum: 41).
Oleh karena itu kehadiran Ramadhan ini marilah kita sambut dengan amaliyah yang bernuansa khidmat atas kehendak Tuhan, Allah SWT. Karena ibadah puasa bukan milik kita sebagai manusia tetapi milik Tuhan. Apa yang kita perbuat dari ibadah puasa hanyalah memenuhi kewajiban dan kehendak Tuhan agar kita terhindar dari suasana hidup yang dilumuri gelora kelezatan nafsu dan fragmatisme hidup yang berselera ria dan arogan.
Namun, dengan memenuhi kehendak Tuhan, kehidupan manusia akan terkendalikan untuk memenuhi tata aturan Allah yang menghendaki emosi hidup penuh terkontrol dan terdesain dalam keselamatan dan keseimbangan.
Dalam konteks ini maka sebenarnya kita tidak menyambut ibadah puasa untuk diri sendiri, karena hal ini akan melahirkan ego manusiawi dan sikap tiranisme yang menyebabkan meletakkan kehendak Allah dibawah kehendak kita sendiri. Puasa yang demikian berdampak pada kerapuhan dan keserakahan pribadi yang kerap mengecilkan peran dan martabat kemanusiaan serta menumbuhkan sikap menang sendiri.
Alhasil, puasa yang kita amalkan sesungguhnya bukan untuk kita melainkan untuk Allah, dan Allahlah yang akan membalas amaliyah puasa kita. Bukan kita sendiri yang membalasnya, kita tidak punya otoritas mengklaim kebaikan puasa kita sebagaimana tidak bisa menilai kekurangan ibadah puasa orang lain.
Konsekwensi lanjut dari pernyataan ini adalah ketiadaan treatment diri yang mengklaim paling suci seperti Tuhan, sebagaimana pula kita tidak boleh menilai orang lain paling buruk, karena yang benar dan paling suci hanyalah Tuhan. Inilah yang dimaksud sabda Nabi SAW, “Puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya”. Selamat berpuasa.
Prof Dr H Fauzul Iman, MA
Penulis adalah Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN SMH Banten
Oleh Prof Dr H Fauzul Iman, MA
Tetapi sesediakala kami sambut dengan sejumlah amaliah sejati, amal yang sudi memecah sikap tak peduli, menata hidup penuh makna tanpa merana dan merugi.
Penyikapan terhadap kehadiran ramadhan adalah semata memenuhi kehendak Allah yang Maha Pemurah dan Ramah. Ramadhan didatangkan oleh Allah setiap tahun (sekali dalam satu bulan) mengandung kehendak kewajiban dan kearifan-Nya untuk dilaksanakan oleh setiap makhluk manusia dengan penuh kehidmatan dan keoptimisan.
Sikap ini, tidak lain merupakan refleksi hati nurani mendalam untuk memahami dan mengamalkan kehendak Tuhan, yang bermaksud positif merapikan kehidupan umat manusia yang selalu terjebak pada rutinitas hidup yang pongah dan pengap.
Manusia terkadang seenaknya dengan sejagat nafsu menumpahkan keinginan totalnya guna memenuhi kebutuhan hidup tanpa menyadari adanya kehendak Tuhan yang Maha Mutlak dan Nisbi. Akibatnya di luar dugaan manusia telah mengalami kerugian yang amat fatal karena harus merenggut malapetaka yang amat mencekam kehidupannya. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah; “Telah terjadi kerusakan di darat dan di laut akibat ulah perbuatan manusia”( QS: Arrum: 41).
Oleh karena itu kehadiran Ramadhan ini marilah kita sambut dengan amaliyah yang bernuansa khidmat atas kehendak Tuhan, Allah SWT. Karena ibadah puasa bukan milik kita sebagai manusia tetapi milik Tuhan. Apa yang kita perbuat dari ibadah puasa hanyalah memenuhi kewajiban dan kehendak Tuhan agar kita terhindar dari suasana hidup yang dilumuri gelora kelezatan nafsu dan fragmatisme hidup yang berselera ria dan arogan.
Namun, dengan memenuhi kehendak Tuhan, kehidupan manusia akan terkendalikan untuk memenuhi tata aturan Allah yang menghendaki emosi hidup penuh terkontrol dan terdesain dalam keselamatan dan keseimbangan.
Dalam konteks ini maka sebenarnya kita tidak menyambut ibadah puasa untuk diri sendiri, karena hal ini akan melahirkan ego manusiawi dan sikap tiranisme yang menyebabkan meletakkan kehendak Allah dibawah kehendak kita sendiri. Puasa yang demikian berdampak pada kerapuhan dan keserakahan pribadi yang kerap mengecilkan peran dan martabat kemanusiaan serta menumbuhkan sikap menang sendiri.
Alhasil, puasa yang kita amalkan sesungguhnya bukan untuk kita melainkan untuk Allah, dan Allahlah yang akan membalas amaliyah puasa kita. Bukan kita sendiri yang membalasnya, kita tidak punya otoritas mengklaim kebaikan puasa kita sebagaimana tidak bisa menilai kekurangan ibadah puasa orang lain.
Konsekwensi lanjut dari pernyataan ini adalah ketiadaan treatment diri yang mengklaim paling suci seperti Tuhan, sebagaimana pula kita tidak boleh menilai orang lain paling buruk, karena yang benar dan paling suci hanyalah Tuhan. Inilah yang dimaksud sabda Nabi SAW, “Puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya”. Selamat berpuasa.
Prof Dr H Fauzul Iman, MA
Penulis adalah Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN SMH Banten
Walikota & KS akan Temui Meneg BUMN
CILEGON – Dalam waktu, Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at bersama manajemen PT Krakatau Steel berencana menemui Menteri Negara (Meneg) BUMN Sofyan A Djalil.
Pertemuan yang akan membahas rencana pembangunan Pelabuhan Kubangsari ini rencananya juga akan diikuti perwakilan Pelindo II.
Informasi ini disampaikan Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at kepada wartawan, Kamis (20/8) kemarin. “Rencananya akhir Agustus ini, sesuai kesepakatan kami dengan Pak Fazwar (Dirut PT KS Fazwar Bujang-red) saat pertemuan 13 Agustus lalu. Saya berharap masyarakat dapat bersabar dan tidak terpancing provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dalam menyelesaikan masalah ini,” kata Aat.
Seperti diberitakan sebelumnya, memanasnya hubungan PT KS dengan Pemkot Cilegon sendiri terjadi paska pembatalan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemkot Cilegon dengan PT Pelindo II dalam rangka pembangunan Pelabuhan Kubangsari oleh Meneg BUMN. Disebut-sebut, hal ini terkait dengan masih tercatatnya lahan Kubangsari sebagai aset PT KS yang mengakibatkan izin Hak Pengelolaan Lingkungan (HPL) lahan Kubangsari belum juga turun dari BPN.
Dikatakan Aat, pertemuan dengan Meneg BUMN ini sebagai upaya pembangunan pelabuhan di lahan Kubangsari. “Upaya kerjasama dengan PT KS untuk duduk bersama dalam kerjasama membangun Pelabuhan Kubangsari sebenarnya sudah dilakukan sejak awal, namun sampai sekarang belum ada kepastian konkrit. Mudah-mudahan dari pertemuan dengan Meneg BUMN nanti ada pencerahan dalam kerjasama ini. Tentunya dengan harapan ada keputusan yang terbaik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dari persoalan ini,” ungkapnya.
Kepada wartawan, Aat pun membantah bahwa hubungan Pemkot Cilegon dengan PT KS renggang paska pembatalan MoU Pemkot dengan Pelindo II. “Hubungan pemkot dengan KS tidak renggang kok, hanya ada sedikit perbedaan pendapat saja. Dan itu wajar, apalagi dulu saat KS ingin dijual ke pihak asing pemkot juga turun menentang rencana itu,” ujarnya.
Pada bagian lain, Kabag Kominfo Pemkot Cilegon Soleh menyoal pernyatan sejumlah pihak yang menuding sikap tegas pemkot dalam persoalan ini dapat memperburuk iklim investasi di Cilegon. “Pernyataan itu sama sekali berlebihan, yang mungkin terjadi malah dengan dibangunnya Pelabuhan Kubangsari pemkot membuka peluang usaha bagi investor menanamkan modalnya di Cilegon,” ungkapnya.
source: radar banten
Pertemuan yang akan membahas rencana pembangunan Pelabuhan Kubangsari ini rencananya juga akan diikuti perwakilan Pelindo II.
Informasi ini disampaikan Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at kepada wartawan, Kamis (20/8) kemarin. “Rencananya akhir Agustus ini, sesuai kesepakatan kami dengan Pak Fazwar (Dirut PT KS Fazwar Bujang-red) saat pertemuan 13 Agustus lalu. Saya berharap masyarakat dapat bersabar dan tidak terpancing provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dalam menyelesaikan masalah ini,” kata Aat.
Seperti diberitakan sebelumnya, memanasnya hubungan PT KS dengan Pemkot Cilegon sendiri terjadi paska pembatalan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemkot Cilegon dengan PT Pelindo II dalam rangka pembangunan Pelabuhan Kubangsari oleh Meneg BUMN. Disebut-sebut, hal ini terkait dengan masih tercatatnya lahan Kubangsari sebagai aset PT KS yang mengakibatkan izin Hak Pengelolaan Lingkungan (HPL) lahan Kubangsari belum juga turun dari BPN.
Dikatakan Aat, pertemuan dengan Meneg BUMN ini sebagai upaya pembangunan pelabuhan di lahan Kubangsari. “Upaya kerjasama dengan PT KS untuk duduk bersama dalam kerjasama membangun Pelabuhan Kubangsari sebenarnya sudah dilakukan sejak awal, namun sampai sekarang belum ada kepastian konkrit. Mudah-mudahan dari pertemuan dengan Meneg BUMN nanti ada pencerahan dalam kerjasama ini. Tentunya dengan harapan ada keputusan yang terbaik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dari persoalan ini,” ungkapnya.
Kepada wartawan, Aat pun membantah bahwa hubungan Pemkot Cilegon dengan PT KS renggang paska pembatalan MoU Pemkot dengan Pelindo II. “Hubungan pemkot dengan KS tidak renggang kok, hanya ada sedikit perbedaan pendapat saja. Dan itu wajar, apalagi dulu saat KS ingin dijual ke pihak asing pemkot juga turun menentang rencana itu,” ujarnya.
Pada bagian lain, Kabag Kominfo Pemkot Cilegon Soleh menyoal pernyatan sejumlah pihak yang menuding sikap tegas pemkot dalam persoalan ini dapat memperburuk iklim investasi di Cilegon. “Pernyataan itu sama sekali berlebihan, yang mungkin terjadi malah dengan dibangunnya Pelabuhan Kubangsari pemkot membuka peluang usaha bagi investor menanamkan modalnya di Cilegon,” ungkapnya.
source: radar banten
RZI Gelar Pengobatan Gratis
CILEGON – Empat program diluncurkan Rumah Zakat Indonesia (RZI) Cabang Cilegon selama Ramadhan.
Empat program tersebut dinamai Super Baksos, yang terdiri dari kegiatan wakaf Al-quran bagi seluruh masjid dan mushola di Cilegon, kado bagi anak yatim, bingkisan untuk jompo dan keluarga pra sejahtera, serta paket buka bersama.
Branch Manager RZI Cabang Cilegon Jasmanto mengatakan, pelaksanaan penyelenggaraan program ini akan dilakukan bertahap selama Ramadhan. Mengawali Ramadhan, kemarin, RIZ menyelenggarakan pawai dari Masjid Agung Cilegon hingga Kawasan Simpang Tiga.
Tak hanya itu, lembaga ini juga menggelar pengobatan gratis bagi 100 orang, pemberian beasiswa bagi 34 anak yatim, serta pembagian 100 paket sembako, bertempat di Masjid Al Hadid. “Penerima program-program ini adalah anak dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan. Pelaksanaannya sendiri dilakukan bertahap,” katanya di sela-sela acara pengobatan gratis tersebut.
Untuk pengobatan gratis bagi 100 peserta, pihaknya menggandeng tim medis dari salah satu klinik di Serang dengan menurunkan dua orang dokter. “Kita tangani penyakit ringan saja dan sudah sediakan obat-obatannya yang cukup untuk seluruh peserta,” ungkapnya.
RZI juga menggandeng DKM PT Chandra Asri dan PT AMI untuk ikut terlibat dalam sejumlah program selama Ramadhan ini. Salah satunya dengan menggelar kegiatan pemberian santunan bagi 99 anak yatim. “Para pelaku industri merupakan penyumbang zakat terbesar, misalnya dua perusahaan tersebut,” katanya.
Ulfah, peserta pengobatan gratis yang juga warga Ramanuju mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini. Pasalnya, sudah beberapa minggu ini ia sering mengalami sakit kepala dan demam. “Pengobatan gratis ini dekat dengan rumah, sehingga saya ikut berobat, lumayan enggak keluar uang,” ungkapnya senang.
source: radar banten
Empat program tersebut dinamai Super Baksos, yang terdiri dari kegiatan wakaf Al-quran bagi seluruh masjid dan mushola di Cilegon, kado bagi anak yatim, bingkisan untuk jompo dan keluarga pra sejahtera, serta paket buka bersama.
Branch Manager RZI Cabang Cilegon Jasmanto mengatakan, pelaksanaan penyelenggaraan program ini akan dilakukan bertahap selama Ramadhan. Mengawali Ramadhan, kemarin, RIZ menyelenggarakan pawai dari Masjid Agung Cilegon hingga Kawasan Simpang Tiga.
Tak hanya itu, lembaga ini juga menggelar pengobatan gratis bagi 100 orang, pemberian beasiswa bagi 34 anak yatim, serta pembagian 100 paket sembako, bertempat di Masjid Al Hadid. “Penerima program-program ini adalah anak dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan. Pelaksanaannya sendiri dilakukan bertahap,” katanya di sela-sela acara pengobatan gratis tersebut.
Untuk pengobatan gratis bagi 100 peserta, pihaknya menggandeng tim medis dari salah satu klinik di Serang dengan menurunkan dua orang dokter. “Kita tangani penyakit ringan saja dan sudah sediakan obat-obatannya yang cukup untuk seluruh peserta,” ungkapnya.
RZI juga menggandeng DKM PT Chandra Asri dan PT AMI untuk ikut terlibat dalam sejumlah program selama Ramadhan ini. Salah satunya dengan menggelar kegiatan pemberian santunan bagi 99 anak yatim. “Para pelaku industri merupakan penyumbang zakat terbesar, misalnya dua perusahaan tersebut,” katanya.
Ulfah, peserta pengobatan gratis yang juga warga Ramanuju mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini. Pasalnya, sudah beberapa minggu ini ia sering mengalami sakit kepala dan demam. “Pengobatan gratis ini dekat dengan rumah, sehingga saya ikut berobat, lumayan enggak keluar uang,” ungkapnya senang.
source: radar banten
Gubernur Bisa Pantau Mudik dari Rumah
SERANG – Untuk memantau perkembangan arus mudik, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten memasang sejumlah monitor yang terhubung dengan closed circuit television (CCTV) di pusat arus mudik, seperti Pelabuhan Merak dan Bakauheuni.
Menurut Kepala Dishubkominfo Provinsi Banten Harry Parwanto, , Kamis (20/8), sedikitnya akan dipasang tiga unit monitor CCTV yang akan dioperasikan mulai H-10 Lebaran, yakni pada 11 September mendatang.
Diterangkan, monitor CCTV itu akan dipasang di RM Simpang Kapau Merak, Pendopo Pemprov Banten, dan kediaman Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di Jalan Bhayangkara, Cipocok Jaya, Kota Serang.
Penempatan 3 unit monitor CCTV tersebut di 3 tempat yang berbeda untuk memudahkan pemantauan. “CCTV yang diletakkan di Pendopo, berguna agar para kepala dinas dan pejabat pemprov dapat memantau, sedangkan penempatan monitor di kediaman Gubernur, agar ibu dapat memantau tanpa harus terjun langsung ke lapangan,” ulas Harry.
Ia mengulas, CCTV akan merekam situasi arus lalu lintas antara lain di Pelabuhan Merak, pintu tol Cikupa, Pelabuhan Bakauheni Lampung, dan Pantura. Khusus yang di Bakauheni, kata dia, kali pertama dilakukan tahun ini. Harry mengatakan, tujuannya guna memantau arus balik ke Banten.
Dishubkominfo juga berencana menyiapkan 100 bus cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan dari dan menuju Pelabuhan Merak, lanjutnya, Dishubkominfo telah menyiapkan kantung parkir di sepanjang pintu tol Cilegon Barat. Ia mengatakan, bahu jalan dapat dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan hingga menuju fly over.“Yang penting, lajur menuju pintu tol Cilegon Barat jangan sampai terhambat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Harry mengatakan, sejak H-4 hingga H+1 Lebaran, angkutan barang dilarang melintas di jalan raya, kecuali angkutan yang mengangkut sembako dan bahan bakar minyak (BBM). Kata dia, hal itu dilakukan untuk menghindari kemacetan arus mudik Lebaran.
Selain dilarang melintasi jalan raya, angkutan barang juga dilarang memasuki kawasan wisata. “Khusus untuk angkutan terbuka, mereka sama sekali tidak diperkenankan mengangkut penumpang, karena membahayakan keselamatan. Kami berharap aparat kepolisian bisa lebih tegas menindak jika ditemukan hal seperti itu,” ujarnya.
Dishubkominfo juga menyiapkan 3 titik rest area bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, yakni di Batu Ceper di Kota Tangerang, Cikande di Kabupaten Serang, dan Cimanuk di Kabupaten Pandeglang.
source: radar banten
Menjelang Lebaran 2009 Pemudik Bermotor di Merak diperkirakan naik 20 persen

Serang - Manajer Operasional PT Indonesia Fery Cabang Utama Merak Endin Juhaendi menyatakan, arus mudik 2009 ini peningkatan arus kendaraan roda dua yang menyeberang dari Pelabuhan Merak, Banten, ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, diperkirakan mencapai 20 persen. Sedang untuk kendaraan roda empat dan para pejalan kaki hanya meningkat 10 persen.
“Prediksi kami motor naik 20 persen dan mobil beserta pejalan kaki hanya 10 persen,” kata Endin, Jumat (21/8).
Menurut Endin pada puncak arus mudik tahun lalu, kendaraan roda dua yang menyeberang mencapai 13 ribu unit per hari, kendaraan roda empat 9.500 unit, dan penumpang pejalan kaki mencapai 13 ribu orang. ”Seperti biasanya puncak arus mudik akan terjadi pada H-3,” katanya.
Untuk mengantisipasi kemacetan, pihaknya mengaku telah melakukan persiapan. Di antaranya dengan memperbaiki infrastruktur di area pelabuhan, seperti menyiapkan tiga loket khusus kendaraan roda dua, dua loket kendaraan roda empat, satu loket bus, dua loket truk, dan sembilan loket penumpang. “Kami membuat pola traffic jalur masuk kendaraan. Ini berguna agar kendaraan yang akan masuk ke kapal lebih tertib,” kata Endin.
Kepala Cabang Utama PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Merak Teja Suparna menambahkan, pada Lebaran tahun 2009 ini, pihaknya akan mengoperasikan dermaga lima yang khusus untuk kendaraan. ”Dermaga lima ini khusus kendaraan roda dua dan roda empat, karena untuk penumpang pejalan kaki belum disiapkan jalurnya,” kata dia.
Saat ini proyek pembangunan dermaga itu sudah rampung sekitar 60 persen. Meski belum selesai 100 persen, kata Teja, pada Lebaran bulan September mendatang, dermaga lima yang terletak diarah paling utara pelabuhan Merak itu sudah bisa dioperasikan pada tujuh hari sebelum hari Lebaran.
Teja mengatakan, secara keseluruhan pemudik pada tahun ini dari arah Jawa menuju Pulau Sumatera diperkirakan naik sebanyak 10 persen dari tahun 2008 lalu yang mencapai 130 ribu orang. Oleh karena itu, selain menambah dermaga, Pelabun Merak juga akan menambah pintu loket masuk dari biasanya hanya empat pintu menjadi Sembilan pitu.
Subscribe to:
Posts (Atom)