
PAKUHAJI-Memasuki bulan Ramadhan, polisi makin gencar mewaspadai masuknya jaringan teroris.
Tidak menutup kemungkinan, jaringan teroris berkeliaran merekrut anggota dengan berkedok dakwah di bulan Ramadhan
Atas dasar itu, sejumlah personel polisi di wilayah utara Kabupaten Tangerang disiagakan memantau kegiatan-kegiatan dakwah.
Wakil Kapolsek Pakuhaji Iptu Wiyadi mengatakan, pihaknya turut melaksanakan pemantauan setiap kegiatan dakwah di bulan Ramadhan dengan menyebar informan. Pemantauan juga dilakukan dengan cara menempatkan anggotanya di setiap masjid dan tempat-tempat kegiatan agama. “Tindakan ini dilakukan bukan untuk membatasi kegiatan dakwah, melainkan mencegah dakwah disusupi para teroris,” kata Wiyadi, akhir pekan kemarin.
Menurut Wiyadi, langkah pemantauan ini sesuai dengan yang disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Jakarta beberapa hari lalu. Upaya antisipasi ini menyusul masih adanya sejumlah anggota teroris yang memiliki kemampuan merekrut anggota. Apalagi gembong teroris Noordin M Top masih belum tertangkap.
Wiyadi juga mengimbau agar para ormas Islam tidak main hakim sendiri. Jika menemukan orang atau pihak yang dianggap mengganggu atau dicurigai masuk jaringan teroris, agar segera lapor ke petugas.
Upaya pemantauan kegiatan di bulan Ramadhan ini juga dilakukan Polsek Teluknaga, Polsek Sepatan, dan Polsek Mauk. Mereka juga menempatkan anggotanya di setiap kegiatan dakwah Ramadhan.
Untuk diketahui, wilayah Kabupaten Tangerang belakangan diketahui pernah menjadi tempat menetap salah satu buronan polisi terkait kasus bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu. Ia adalah Mohammad Syahrir, kakak kandung Saefudin Jaelani yang disebut-sebut sebagai perekrut pelaku bom bunuh diri di hotel berbintang lima tersebut.
Informasi yang dihimpun, Syahrir tercatat pernah tinggal di Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga. Dia menetap di rumah kontrakan di perumahan Mutiara Garuda Blok C1 No 6 bersama keluarganya sejak tahun 1996. Namun, mantan pegawai GMF Garuda Indonesia ini sudah tidak lagi menghuni rumah tersebut sejak tahun 2005.
Belakangan kabar beredar, Syahrir dan Saefudin Jaelani disebut-sebut masih sedarah dengan mantan anggota DPRD Kabupaten Tangerang Anugerah. Kedua buronan polisi ini adalah adik kandung Anugerah, anggota dewan dari PKS.
source: radar banten